Senin, 14 Mei 2012

 ICW Laporkan Anggota DPRD Bekasi ke Mabes Polri
 
 Peneliti ICW, Febri Hendri di depan Bareskrim Mabes Polri, Senin (14/5/2012). Ia menunjukkan bukti pembayaran dari RSBI SMAN 1 ke anggota DPRD Bekasi yang diserahkan ke Bareskrim Polri.
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan penyelewengan dana komite sekolah di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 1 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ke Badan Reserse dan Kriminal Polri, Senin (14/5/2005). ICW menduga penyelewengan itu dilakukan oleh salah satu anggota komite sekolah, yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi, pada tahun 2011.
Nama anggota DPRD itu masih dirahasiakan. Ia diduga meminta pihak sekolah agar menyetorkan dana Rp 215 juta sebagai pelicin untuk mendapatkan anggaran daerah sebesar Rp 3 miliar. Uang miliaran rupiah itu dibutuhkan sekolah untuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium.
"Jadi kayak beli uang dengan uang. Kalau tidak memberikan Rp 215 juta, sekolah tidak bisa mendapatkan anggaran Rp 3 miliar itu. Ini kami sebut korupsi karena ada penyalahgunaan wewenang dari anggota DPRD," kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Febri Hendri, di Bareskrim.
Untuk memenuhi permintaan anggota DPRD tersebut, kata Hendri, pihak sekolah lalu menghimpun dana dari orangtua murid SMAN 1. Uang yang terkumpul kemudian dibayarkan pihak sekolah pada oknum tersebut secara bertahap.
Dalam catatan ICW, tahap pertama disetorkan pada 15 April 2011 sebesar Rp 15 juta. Tahap kedua Rp 100 juta pada 4 Juli 2011. Sepanjang November 2011, sekolah kembali menggelontorkan dana Rp 20 juta pada 5 November, dan 20 juta lagi pada 11 November. Terakhir diberikan lagi dana sebesar Rp 10 juta pada 22 November 2011 lalu.
Sejumlah uang ini juga diduga diselewengkan untuk kepentingan pejabat Dinas Pendidikan. Namun, Febri enggan menyebut, pejabat yang dimaksudkannya.
"Ini sangat ironis, karena RSBI merupakan sekolah yang diizinkan untuk memungut biaya dari orangtua murid. Ini sangat rawan diselewengkan," jelasnya.
Febri meminta Bareskrim Polri serius untuk menangani kasus tersebut. Apalagi kasus ini, kata dia, juga melibatkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kewenangan.
"Kami serahkan itu ke Bareskrim Mabes Polri untuk melihat kasus itu, apakah ditangani oleh Bareskrim atau di Polda yang lain, karena kami dapat informasi ada pelaku yang sensitif juga dengan kasus ini," tandas Febri.

Sabtu, 12 Mei 2012

 Dua Wartawan Tersesat Ditemukan
 
 Pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Sukabumi,
BOGOR — Dua wartawan, Jordan dari Detik.com dan Adit dari Bali Post, yang dikabarkan tersesat di Gunung Salak saat meliput evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, akhirnya ditemukan pada Sabtu (12/5/2012) di ketinggian sekitar 1.700 meter dari permukaan laut.

"Sudah ditemukan dua wartawan dan seorang keluarga korban yang mencoba naik," kata Panglima Kodam III Siliwangi Mayor Jenderal Sonny Widjaja di Posko Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mereka ditemukan oleh tim evakuasi saat sedang beristirahat sebelum turun ke posko. Kamis malam, tersiar kabar sejumlah wartawan tersesat saat mendaki Gunung Salak untuk meliput pada Jumat pagi.
Dua Delegasi Rusia Terbang ke Cijeruk
 
 Petugas memindahkan kantong berisi jenazah korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100 dari helikopter menuju mobil ambulans di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (12/5/2012). Diperkirakan hari ini dua belas jenasah akan dievakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Rumah Sakit Polri RS Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk diindentifikasi.
JAKARTA — Dua anggota komite nasional keselamatan transportasi Rusia bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (12/5/2012) pukul 09.15. Kedua orang ini menggunakan helikopter milik Badan SAR Nasional.

Hanya dua warga asing yang tampak menaiki helikopter bersama dengan pilot dan kopilot helikopter. Keduanya akan menuju Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk segera melakukan investigasi mencari penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Tim investigasi Rusia sudah sedari kemarin tiba di Jakarta. Rencananya, akan ada 40 ahli asal Rusia yang akan didampingi 37 orang lainnya.

Penurunan tim asal Rusia ini merupakan bentuk realisasi dari kesepakatan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Vladimir Putin. Ada dua kesepakatan dalam perbincangan antara Presiden SBY dan Presiden Putin.

Dua hal itu adalah kerja sama Indonesia-Rusia untuk proses identifikasi forensik terhadap korban musibah tersebut karena Rusia juga memiliki ahli di bidang tersebut. Kedua, Presiden Putin juga menawarkan kerja sama untuk mengirimkan pakar yang akan mengidentifikasi reruntuhan pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
 Helikopter TNI AD Berangkat dari Lanud Atang Sendjaja
 
 Helikopter yang akan digunakan untuk mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 mendarat di Cijeruk, Kabupaten Bogor,
BOGOR — Pukul 09.00, Sabtu (12/5/2012), satu helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat berangkat dari Pangkalan Udara Atang Sendjaja menuju Posko SAR Sukhoi Superjet 100 Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Helikopter itu membawa logistik untuk kebutuhan tim SAR gabungan.

Tim SAR masih terus mengevakuasi korban kecelakaan SSJ-100 yang menabrak tebing Gunung Salak pada Rabu (9/5/2012).

Helikopter MI-17 itu merupakan helikopter ketujuh yang telah berangkat dari Lanud Atang Sendjaja sejak operasi SAR kembali diteruskan pada Sabtu pukul 06.00 WIB. Keenam helikopter yang sudah berangkat ialah Super Puma TNI AU, Bolkow Polri, MI-17 TNI AD, Bolkow Basarnas, dan dua Colibri TNI AU dari Subang.

Di Lanud Atang Sendjaja masih disiagakan satu helikopter Bell milik Polri.
 Empat Kantong Jenazah Dikirim ke RS Polri
 
 Tim gabungan ketiga diberangkatkan untuk mencari dan mengevakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Jumat (11/5/2012) pagi ini.
JAKARTA — Proses pengangkutan jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/5/2012) masih berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak dua kantong jenazah sudah tiba di Halim Perdanakusuma menggunakan helikopter milik TNI AU, sekitar pukul 07.35 WIB. Dua jenazah lain selanjutnya datang sekitar pukul 08.20 WIB.

Kantong tersebut masing-masing dibawa oleh empat orang dengan memegang ujung kantong menuju dua ambulans yang telah berjaga.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang turut memantau proses tersebut mengungkapkan, kantong jenazah akan dikirim ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati, untuk diotopsi. "Dari Halim ini apa yang di dalam kantong dibawa ke Polri untuk diidentifikasi. Kami berharap tidak terlalu lama, meskipun berangsur-angsur," ujarnya.
 Izin Terbang Sukhoi Disetujui Semua Instansi Indonesia
 
 Sebuah pesawat Sukhoi Superjet 100 tampil dalam pameran dirgantara MAKS 2009 di Zhukovsky, 19 Agustus 2009. Pesawat serupa diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (9/5/2012) sore dan jatuh di sekitar Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa menit setelah lepas landas.
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexandrei Ivanov, menegaskan bahwa Sukhoi Superjet 100 telah mengantongi izin dari seluruh instansi pemerintahan di Indonesia. Pihaknya kini masih mendalami asal muasal jatuhnya pesawat Rusia itu di lereng Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/5/2012).

"Dari Kementrian Luar Negeri sudah ada izin, yang kita sebut diplomatic clearance. Dari Mabes TNI sudah dikeluarkan security clearance. Dari Kementerian Perhubungan, kita sebut approval flight. Prosedur ini sudah dilewati, maka joy flight ini bisa dilaksanakan," kata Ivanov, Jumat (11/5/2012) malam di Bandara Halim Perdanakusuma.

Ia menambahkan, pemerintah Rusia saat ini sedang sungguh-sungguh membantu investigasi terkait penyebab kecelakaan. "Akan ada 1 pesawat dari Rusia dengan perlengkapan untuk investigasi untuk mendukung investigasi kita. Kerja sama ini kita lakukan agar benar-benar tunttas dan kita selesaikan," kata Ivanov.

Rusia, tambah Ivanov, akan bersikap terbuka jika tim investigasi berhasil menemukan penyebabnya. "Tidak ada yang ditutup-tutupi. Yang paling penting ada tim dari rusia untuk itu, untuk mendukung tim," tandasnya. Untuk melakukan investigasi dan upaya evakuasi, pemerintah Rusia menerbangkan 40 orang ahli negeri tersebut yang akan didampingi 37 orang lainnya. Hal ini merupakan bentuk realisasi dari kesepakatan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)dan Presiden Vladimir Putin. Ada dua kesepakatan dalam perbincangan antara Presiden SBY dan Presiden Putin. Dua hal itu yakni kerja sama Indonesia-Rusia untuk proses identifikasi forensik terhadap korban musibah tersebut, di mana Rusia juga memiliki ahli-ahli di bidang tersebut. Kedua, Presiden Putin juga menawarkan kerja sama untuk mengirimkan pakar yang akan mengidentifikasi reruntuhan pesawat berpenumpang 47 orang tersebut.
 Polda Metro Siap Kawal Korban Kecelakaan Sukhoi
 
 Anggota Brimob mempelajari peta lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak sebalum berangkat melakukan pencarian korban usai apel gabungan di Dodiklatpur Rindam Jaya, Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2012). Pesawat Sukhoi SJ 100 jatuh di Gunung Salak Selasa (8/5/2012) dengan membawa penumpang 50 orang.
JAKARTA -- Polda Metro Jaya siap mengawal kendaraan pengangkut korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100, bukan saja dari Bogor ke rumah sakit identifikasi, tetapi juga dari rumah sakit ke ke rumah duka atau pemakaman.

"Kami sudah siap. Koordinasi sudah dilakukan dengan Polda Jawa Barat, dan tentu saja dengan Kepala Korps Lalu Lintas Polri. Jadi, tidak akan ada masalah jika nanti diputuskan evakuasi korban dari Cihideng, Bogor, ke Rumah Sakit Polri di Jakarta Timur, melalui jalan darat. Kami siap mengawal," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Jumat (11/5/2012) malam.

Ia mengungkapkan, pada beberapa titik stategis di wilayah Polda Metro Jaya sudah ditempatkan personel dan kendaraan patroli dari direktoratnya. "Untuk yang di wilayah Polda Jawa Barat, dilakukan oleh personel dari Polres Sukabumi, Polres Bogor Kota, dan Polres Bogor Kabupaten. Yang di wilayah Tol Jagorawi, diisi personel PJR dari Korps Lalu Lintas Polri," tuturnya.

Dwi mengatakan, kesiapan direktorat atau korps lalu lintas, juga untuk mengawal dan melancarkan perjalanan kendaraan mengangkut korban kecelakaan pesawat dari RS Polri ke rumah duka atau pemakaman, termasuk kalau rumah duka berada di luar Jakarta.

"Kami pasti siap. Namun demikian, keputusan apakah korban dievakuasi ke Jakarta melalui jalan darat atau udara, berada pada Basarnas. Kalau diputuskan jalan darat, kami sudah siap dengan pengawalan dan upaya pelancaran arus lalu lintasnya," tegas Dwi.