Sabtu, 28 April 2012

Andrinof: Jokowi-Ahok Telah Buktikan Transparansi Anggaran
Pasangan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki Thahaja Purnama mendatangi GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2012) untuk melakukan sosialisasi cagub di kader Jakarta Selatan.


DEPOK — Pengamat politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, mengatakan bahwa pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dapat membuktikan transparansi anggaran, terutama untuk APBD, jika tidak ada kepentingan partai yang menunggangi mereka.

"Resikonya memang bisa jadi dijauhi oleh sesama partai. Tapi saya yakin mereka mampu. Kan mereka sudah buktikan itu," ungkap Andrinof, menanggapi keraguan transparansi anggaran terhadap pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/4/2012).

Menurutnya, Jokowi telah berani membeberkan masalah harta kekayaannya. Begitu pula dengan Ahok, yang tidak berhenti memperbaharui data tentang harta kekayaan dan penghasilannya selama menjabat sebagai anggota DPR RI. "Bisa dilihat kan di website-nya. Ahok selalu beberkan uang reses dan segala macam," ungkap Andrinof.

Bahkan, ia menjelaskan bahwa Partai Gerindra bersedia untuk tidak mengganggu gugat pasangan ini jika terpilih nanti. Begitu pula dengan PDI-P yang juga telah membuat slogan baru bagi partainya dengan mengusung semangat antikorupsi.

"Paling tidak mereka sudah buktikan pada jabatan sebelumnya. Jadi, saya rasa mereka mampu," tandasnya.

Beberapa waktu lalu, Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok mengungkapkan bahwa sejak mulai terjun di dunia politik, dia selalu terbuka, baik terkait anggaran maupun penghasilannya. Bahkan, ia membeberkan laporannya tersebut di situsnya, www.ahok.org. Ia juga mengatakan bahwa kecilnya dana kampanye seorang bakal calon gubernur tidak bisa begitu saja dijadikan tolok ukur bahwa calon tersebut tidak ditunggangi kepentingan. "Siapa bilang. Jangan hanya berdasarkan itu (dana kampanye) saja karena bisa saja ditipu-tipu," ungkapnya.

Jumat, 27 April 2012

Angkot Versus Honda Beat, Pengendara Motor Kritis
ILUSTRASI
JAKARTA - Tabrakan antara angkutan kota dan sepeda motor terjadi di Poltangan, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2012) malam. Akibat tabrakan tersebut, pengendara motor terpaksa dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Dul, warga Poltangan yang menjadi saksi mata, mengatakan tabrakan terjadi pada pukul 22.10 WIB. Saat itu sebuah Angkot S15 jurusan Pasar Minggu-Cijantung melaju dari arah Pasar Minggu. Sedangkan sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan seorang pemuda bergerak dari arah Lenteng Agung. "Angkotnya kencang dan jalannya zig zag. Nggak tau apa sopirnya lagi mabuk," kata Dul.

Angkot itu kemudian menabrak motor beserta pengendaranya hingga sekitar 10 meter. Motor berwarna merah tersebut terlihat ringsek. Sementara itu, pecahan kaca tampak berhamburan di jalan hingga belasan meter.

"Korbannya sekarat. Tadi langsung ditolong sopirnya, kemudian dinaikin ke taxi dan dibawa ke Rumah Sakit Pasar Rebo. Tapi sopirnya kemudian langsung menghilang," kata salah seorang aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Pemuda yang belum diketahui identitasnya sempat disebutkan sebagai warga Rawa Bambu, Pasar Minggu. Sedangkan sopir angkot masih dalam pencarian aparat.
Kemacetan di Bandara Soekarno-Hatta Menjadi-jadi
 
Bandara Soekarno-Hatta.
TANGERANG - Kondisi lalu lintas di seputar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan pintu gerbang negara, macet total, hari Jumat (27/4/2012) petang. Kemacetan lalu lintas dialami kendaraan yang keluar dari Terminal I maupun Terminal II.
di Bandara Soekarno-Hatta memerlukan waktu hampir satu jam dari Terminal II melintasi Terminal I hingga ke pintu gerbang Bandara Internasional Soekarno Hatta, tak jauh dari Patung Proklamator Soekarno-Hatta.
Kemacetan ini menyebabkan semua jadwal angkutan umum seperti bus Damri Bandara Soekarno-Hatta menjadi kacau-balau. Hal yang sama dialami taksi dan kendaraan pribadi yang datang maupun yang akan meninggalkan bandara.
Menurut pengemudi taksi dan sopir bus Damri di bandara, kondisi ini selain akibat proyek pelebaran jalan, juga dampak kemacetan di jalan tol Bandara dan jalan tol menuju Tanjung Priok, dan jalan tol dalam kota Jakarta. Kemacetan ini berlangsung sejak Jumat siang.
Sementara situasi lalu lintas di Terminal II makin semrawut dengan adanya sejumlah mobil pribadi atau mobil dengan pelat TNI diparkir di bibir jalan kedatangan terminal II. Mobil-mobil itu dibiarkan bebas parkir bukan di lokasi semestinya. Banyak pengguna jalan kecewa dengan petugas bandara yang memberikan perlakuan khusus kepada kendaraan tersebut.

Kamis, 26 April 2012

Jalani Sidang Pertama, Afriyani Takut Dihakimi Masyarakat
Tersangka pengemudi Xenia maut, Afriyani Susanti (kedua dari kiri) bersama tiga rekannya menjalani rekonstruksi di Jalan Ridwan Rais, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2012). Kecelakaan yang terjadi 22 Januari 2012 lalu tersebut menyebabkan 9 pejalan kaki meninggal di tempat.

JAKARTA - Afriyani Susanti (29), tersangka kasus kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat yang menewaskan sembilan orang pejalan kaki hari ini, Kamis (26/4/2012) menjalankan sidang perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menghadapi persidangan nanti, Afriyani rupanya masih stres membayangkan akan dihakimi masyarakat saat tampil ke publik.
Hal ini diungkapkan kuasa hukum Afriyani, Efrizal, saat dihubungi wartawan, Kamis (26/4/2012). "Menghadapi persidangan perdana ini, memang tidak ada persiapan khusus. Soal hukuman dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juga sudah ikhlas dia hadapi. Tapi Afriyani masih stres membayangkan massa di sidang," ucap Efrizal.
Ia mengungkapkan Afriyani takut diteraiki massa yang memenuhi persidangan. "Dia takut dihakimi massa," ucap Efrizal.
Sementara dengan keluarga korban sendiri, Efrizal mengaku pihak keluarga Afriyani sudah menjalin komunikasi baik dengan mereka. "Baik keluarga korban dari Jawa atau pun yang dari Tanah Tinggi sudah baik hubungannya. Hanya yang khawatir cuma massa sidang saja," paparnya.
Beberapa keluarga Afriyani direncanakan akan hadir dalam persidangan kali ini untuk memberi dukungan kepada alumnus Institus Kesenian Jakarta (IKJ). Sidang perdana Afriyani dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini dijadwalkan dilakukan pada pukul 11.00 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Afriyani ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat yang menyebabkan sembilan orang tewas dan empat orang lainnya terluka pada Minggu (22/1/2012). Ketika itu, Afriyani mengaku kehilangan kesadaran beberapa detik sehingga tak melihat ada pejalan kaki di trotoar lalu menghantamnya.
Selain ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kecelakaan itu, Afriyani juga akhirnya dijadikan tersangka bersama tiga temannya yakni Adisti, Arisandi, dan Denny dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Pasalnya, setelah ditelusuri, Afriyani ternyata mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan ekstasi.
Sebelum kecelakaan terjadi, Afriyani pesta semalam suntuk dengan mengkonsumsi minuman keras dan ekstasi di klub malam Stadium, Jalan Hayum Wuruk, Jakarta Pusat bersama tiga temannya.
Kini hukuman berat menanti Afriyani. Pasalnya, dalam kasus kecelakaan ini Afriyani dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara. Afriyani juga dijerat dengan pasal 310 dan 311 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan nomor 22 tahun 2009 yang ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun.
Untuk kasus penyalahgunaan narkotikanya, Afriyani bersama ketiga temannya dijerat dengan pasal 112 juncto 132 subsider 127 Undang-undang Narkotika. Ancaman hukumannya yakni 4 tahun.

Rabu, 25 April 2012

Karyawan Tiki Terjepit Lift hingga Tewas
 
 ILUSTRASI
JAKARTA — Kecelakaan kerja hingga mengakibatkan nyawa melayang terjadi di sebuah perusahaan jasa pengantar barang, Tiki, di Jalan Pemuda Kav 710-712, Jakarta Timur. Sunyoto (47), salah seorang pegawainya, tewas terjepit lift bangunan.
Kepala Kepolisian Sektor Pulogadung Komisaris Hari Purnomo mengungkapkan, musibah tersebut terjadi pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Saat itu Sunyoto beserta seorang temannya, Ardiansyah (30), tengah menurunkan barang lewat lift lantai dua bangunan.
"Saat itu pintu lift mengalami kendala macet di lantai dua karena ada barang yang mengganjal di lift. Korban lalu berusaha mendorong barang tersebut supaya lift jalan," ujarnya saat di sela-sela Rakernis di Polrestro Jakarta Timur, Rabu (25/4/2012).
Diduga akibat kurang hati-hati, korban terpeleset ke arah pintu lift yang mulai tertutup. Seketika, korban pun terjepit di lift tersebut di bagian badan. Pada saat ditemukan, korban sudah meninggal. Korban mengalami luka di kaki kanan, patah pinggang, dan memar di bagian tubuhnya.
"Saat itu kami dapat laporan dan korban langsung dibawa ke RSCM untuk segera diotopsi. Saksi-saksi di lapangan juga kami periksa," kata Komisaris Hari Purnomo.
Lagi, Penumpang di Atap KRL Tewas Tersengat Listrik
 Ilustrasi Jatuh dari Atap KRL
JAKARTA — Kecelakaan yang menimpa penumpang di atap kereta rel listrik kembali terjadi, Rabu (25/4/2012) sekitar pukul 08.45. Penumpang tanpa identitas ini meninggal karena tersengat listrik dari pantograf kereta.
Penasihat keamanan PT KAI Daop I Achmanu mengatakan, pria itu menumpang KRL ekonomi dengan nomor kereta 821, dari Bogor tujuan Tanah Abang. "Dia tersengat listrik di Stasiun Manggarai," kata Achmanu.
Penumpang ini terjepit pantograf yang ada di atap kereta. Dari situlah, sengatan listrik mengenai tubuhnya. Akibat kejadian itu, penumpang ini meninggal seketika di lokasi kejadian. Jasadnya lantas dikirim ke kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo.

Selasa, 24 April 2012

Pemuda Tewas Mengenaskan di Tangan Sahabatnya
 
ILUSTRASI
JAKARTA — Persahabatan yang telah dijalin selama belasan tahun tak dapat menutupi rasa kesal dan amarah pemuda ini. Faqih (17) alias Pakong tega membunuh temannya sejak kecil, Muhamad Badrudin (17). Korban pun tewas mengenaskan dengan luka bacok di sekujur tubuh.
Ahadi (42) dan Bariyah (39), orangtua korban, tak menyangka jika putra sulung dari enam bersaudara tersebut tewas di tangan sahabatnya sedari kecil. Ditemui  di ruang jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Selasa (24/4/2012), ibu korban menceritakan kisah persahabatan berujung tragis tersebut.
"Anak saya minjam motor pelaku, saya enggak ngerti jenis motornya apa. Sabtu kemarin dia kecelakaan di Pinggir Rawa, Kali Deres, motornya lecet-lecet. Rupanya pelaku enggak terima dan minta ganti," ujarnya, sambil tak kuasa menahan kesedihannya.
Bariyah melanjutkan, ketika Pakong meminta ganti rugi kepada anaknya, korban telah menyanggupi untuk menggantinya dalam waktu dekat. Namun, hal tersebut tidak digubris oleh korban yang amarahnya telah memuncak. Bariyah tak habis pikir karena pelaku dan anaknya terlihat biasa-biasa saja dalam hal komunikasi sebelum tragedi tersebut. Pelaku bahkan sempat menginap di rumah korban di Jalan Peta Selatan RT 11 RW 11, Kalideres, Jakarta Barat, yang hanya berjarak 200 meter dari rumah pelaku, satu hari sebelum peristiwa tragis terjadi.
"Sekitar pukul 12.00 tadi, saya enggak tahu mereka pergi. Ternyata dia dibacok sama si Pakong di depan Masjid Baiturrahman, kompleks Citra 1, Kalideres. Saya kaget begitu dengar anak saya tewas, saya enggak percaya," tutur sang ibu.
Ahadi mengatakan, ia sempat melihat kondisi jasad putranya. Menurut dia, setidaknya ada 20 luka akibat senjata tajam di sekujur tubuh korban. Seluruh jari tangan anaknya pun putus akibat sabetan senjata tajam oleh pelaku.
Tak terima atas peristiwa yang menimpa anaknya, orangtua korban melapor ke Polsek Kalideres. Sang pelaku yang masih menempuh pendidikan tingkat SMK itu pun diamankan petugas tak lama setelah kejadian, dan masih diperiksa intensif. "Saya enggak terima anak saya begitu, nyawa harus dibayar sama nyawa," kata Bariyah.