Minggu, 06 Mei 2012

Sipil Boleh Gunakan Senjata Api Bila Terancam
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto 
JAKARTA - Kepemilikan senjata api secara legal oleh sipil memang diperbolehkan pihak kepolisian untuk orang-orang tertentu, seperti anggota legislatif, eksekutif, atau pengusaha-pengusaha yang mempunya risiko tinggi, termasuk untuk membela diri.

"Penggunaan (senjata api oleh sipil) untuk dua hal yaitu uji penembakan tentunya dengan izin dan pada saat dia terancam jiwa dan keselamatannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (5/5/2012).

Senjata untuk membela diri tersebut bisa dibawa pergi pemiliknya. "Jadi pada saat harus dikeluarkan, seperti di jalan atau di rumah ada perampok atau ada orang yang akan membunuh dalam kondisi itu, dia bisa menggunakan senjata api," jelas Rikwanto.

Untuk pengawasan penggunaannya, polisi mengeluarkan buku perizinan yang masa berlakunya lima tahun, dan juga harus memiliki kartu izinnya yang perpanjangannya setiap satu tahun sekali.

"Pasnya ini terdaftar di Polda, di Wasendak, mereka akan ikuti perjalanan dari senjata api legal tersebut dan mereka akan mencari kalau pemiliknya pindah, di mana mereka berada," terangnya.

Setiap perpanjangan izin penggunaan, orang-orang yang memiliki izin membawa senjata api akan menjalani tes psikologi dan juga kemampuan menembaknya.

"Setiap orang dalam kurun waktu tertentu kan berbeda-beda, sehingga mereka harus menjalani serangkaian tes, mulai dites mentalnya, psikologinya, dan kemampuan menembaknya," terang Rikwanto.

Disinggung soal Iswahyudi yang sudah habis masa izin menggunakan senjata api dengan peluru karetnya, Rikwanto membantah bahwa hal tersebut bentuk kecolongan dari pengawasan senjata api.

Namun, pihaknya akan lebih ketat lagi untuk mengawasi penggunaan senjata api tersebut. "Memang banyak yang diawasi harus ada kesigapan dari petugas, jangan ada lagi senjata yang melewati batas waktu kepemilikan dan penggunaannya," terang Rikwanto.

Sabtu, 05 Mei 2012

Diskusi Buku Transgender, Polisi Kerahkan Intel
 Irshad Manji warga negara Kanada Director of the Moral Courage Project di New York University dievakuasi oleh Polisi saat FPI membubarkan acara kuliah umum dan peluncuran buku "Allah, Liberty, and Love" di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (4/5/2012). Alasan FPI membubarkan acara ini dan mengusir Irshad Manji adalah terdapat paham kebebasan homo dan lesbian dalam bukunya.

JAKARTA - Khawatir menimbulkan kerusuhan, aparat kepolisian mengerahkan Intel pada acara diskusi buku berjudul "Allah, Liberty, and Love" karya Irshad Manji yang digelar di kantor AJI di Kalibata Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2012).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menjelaskan Intel tersebut hanya bertugas untuk mengamati acara diskusi di lokasi. Harapannya, diskusi tersebut tidak menimbulkan keresahan warga sekitar seperti di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Itu sudah sewajarnya tugas kami mengamankan lokasi acara. Bahkan tidak hanya Intel, kami juga menyebar Sabara dan lain-lain. Ini demi keamanan semua," kata Kombes Pol Rikwanto kepada Kompas.com di Jakarta, Sabtu (5/5/2012).
Namun acara yang digelar di AJI Jakarta ini tidak mengalami pembubaran seperti yang terjadi di Teater Salihara Jakarta, Jumat (4/5/2012) malam. Hal itu disebabkan narasumber utama Irshad Manji dikabarkan sengaja tidak dihadirkan di acara tersebut.
"Masalahnya ada di Irsyad Manji. Dia 'kan tokoh pergerakan yang cukup membawa isu sensitif dalam bukunya. Kalau di diskusi tersebut, 'kan tidak ada dia (Irsyad Manji). Sehingga diperbolehkan," katanya.
Pihak kepolisian menganggap perlu untuk membubarkan diskusi di Teater Salihara karena pihak panitia tidak melakukan pemberitahuan ke pihak kepolisian. Selain itu, narasumber yang dihadirkan merupakan tokoh pergerakan transeksual yang dikhawatirkan mengganggu ketertiban dan keamanan warga.
"Sementara di lokasi AJI Jakarta, narasumbernya lain. Jadi cukup diawasi saja," jelasnya.
Padahal pantauan Kompas.com di lokasi acara, Irsyad Manji juga datang pada acara tersebut. AJI Jakarta pada Sabtu malam ini menghadirkan diskusi "Media dan Liputan Agama" dengan narasumber Endi Bayuni dan Novri.

Jumat, 04 Mei 2012

Terekam CCTV, Perampok Hanya Beraksi Lima Menit
Ilustrasi mini market.
TANGERANG SELATAN — Perampokan minimarket Indomart di Jalan Raya Serpong Km 8 No 28, Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan, pada Jumat (4/5/2012) pukul 04.00, terekam jelas oleh kamera CCTV.
Dari CCTV tersebut terekam aksi pelaku hanya berlangsung selama lebih kurang lima menit. Pelaku datang memasuki Indomaret pada pukul 03.57 dan meninggalkan lokasi pukul 04.02.
"Aksi mereka terekam kamera CCTV. Mereka hanya menggunakan topi dan masker," kata Kepala Polsek Serpong Komisaris Nico Andreno Setiawan, Jumat.
Pelaku berjumlah lima orang. Empat orang beraksi di dalam Indomart, sedangkan satu orang menunggu di dalam mobil sejenis Avanza atau Xenia.
Salah satu pelaku membawa pistol dan tiga lainnya terlihat membawa golok. Saat kejadian hanya ada dua karyawan Indomart, yakni S dan ON.
Dengan cepat keempat perampok beraksi. Saat kejadian, ON sedang membereskan rak toko.
Kemudian pelaku menodong korban senjata, membawanya ke tangga toko dan mengikat kaki serta tangan korban dengan posisi membungkuk.
Sedangkan S digiring paksa pelaku membuka brankas yang berisi uang tunai.
Pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 10 juta. Pelaku juga membawa sejumlah barang dagangan, seperti susu dan rokok.

Kamis, 03 Mei 2012

Aprilia Meninggal Dunia dalam Inkubator Buatan Ayahnya
 INKUBATOR
BEKASI — Aprilia, bayi yang lahir pada 28 April 2012 tanpa tempurung kepala, meninggal dunia, Kamis (3/5/2012) pukul 02.45, di kediamannya di RT 1 RW 1 Kampung Bulak, Babelan Kota, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Bayi itu meninggal lebih cepat dari prediksi. Andaikata dirawat di RSCM, waktu hidupnya mungkin lebih lama.
-- Moeharman Boestari
Aprilia mengembuskan napas terakhir saat berada di dalam inkubator amat sederhana buatan ayahandanya.
"Bayi itu meninggal lebih cepat dari prediksi. Andaikata dirawat di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo), waktu hidupnya mungkin lebih lama," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Moeharman Boestari.
Bayi buah perkawinan Hartono (19) dan Dini Aulia (15) itu sempat dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat. Tim dokter menyatakan, bayi itu tidak punya harapan hidup. Namun, waktu hidup bisa agak lama apabila Aprilia dalam perawatan.
Sayangnya, orangtua menolak saran dari RSCM. Padahal, Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah menyanggupi memenuhi semua biaya untuk mempertahankan hidup Aprilia.
Aprilia menderita anensefali atau pertumbuhan otak tidak sempurna. Otak Aprilia yang berukuran kecil dan tidak adanya perawatan medis mengakibatkan bagian kepala yang hanya terbalut selaput tipis dibiarkan terkena udara bebas.

Selasa, 01 Mei 2012

Buruh "Sweeping" Pabrik di Bekasi
 ILUSTRASI
BEKASI,  — Kalangan buruh terpaksa mendesak PT Durachem Indonesia di Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk membolehkan pekerja memperingati Hari Buruh atau May Day, Selasa (1/5/2012).
"Kami sweeping (menyisir) pabrik ini karena hanya membolehkan satu buruh ikut aksi," kata juru bicara Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek, Santoso.
Perusahaan kimia itu dinilai melanggar kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya di tingkat Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi. Salah satu isi kesepakatan ialah mempermudah izin bagi buruh yang ingin mengikuti acara peringatan Hari Buruh.
Adapun ribuan buruh dari Kabupaten Bekasi terus bergerak dan mengalir ke Jakarta untuk memperingati Hari Buruh. Lokasi peringatan antara lain Bundaran HI, Istana Negara, dan Gelora Bung Karno.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Bekasi Obon Tabroni mengatakan, perusahaan dan petugas seharusnya tidak menghalangi-halangi buruh yang ingin ikut merayakan Hari Buruh. 

Senin, 30 April 2012

Diduga Overdosis, Tantri Tewas di Toilet Diskotek
ILUSTRASI
JAKARTA, MEDIA INFORMASI — A alias Tantri (34) ditemukan tidak sadar di toilet diskotek Cr di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, Senin (30/4/2012) sekitar pukul 01.00. Dia adalah pengunjung tempat hiburan tersebut.
Kawan-kawan Tantri yang mendapati korban tidak sadar lantas melarikannya ke RS Husada. Namun, nyawa Tantri tidak terselamatkan lagi.
Dari catatan medis, korban diduga mengalami kelebihan dosis obat. Namun, belum bisa dipastikan obat yang digunakan korban hingga menyebabkan nyawanya melayang.
Kepala Kepolisian Sektor Metro Tamansari Komisaris Wong Niti belum bisa dihubungi karena sedang rapat persiapan Hari Buruh.

Minggu, 29 April 2012

Hidayat Bertekad Hidupkan 36 Situ Penampung Air
Bakal calon gubernur Hidayat Nur Wahid, saat berkunjung ke newsroom Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/4/2012). Hidayat Nur Wahid bersama Didik Rachbini diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur oleh Partai Keadilan Sejahtera untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. 

JAKARTA - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Hidayat Nurwahid bertekad menghidupkan kembali 36 situ yang "menganggur" di Jakarta dan sekitarnya sebagai penampung air hujan atau banjir kiriman.

"Dengan (menghidupan situ) itu, kita bisa punya cadangan air baku sekaligus mengatasi banjir, dan membuka pusat rekreasi warga. Semua pihak, seperti pemda di Jabodetabek sama-sama diuntungkan," kata Koordinator Relawan Hidayat, Dr Zulkieflimansyah di Jakarta, Minggu (29/4/12).

Ia menjelaskan, pernyataan Hidayat itu disampaikan saat bertemu pengusaha muda Sandiaga S Uno, pendiri Saratoga Investama dalam Grup Recapital, akhir pekan ini. Sandiaga menjelaskan bahwa grup usahannya bergerak di berbagai bidang, seperti perbankan (Bank Pundi), pertambangan (Adaro), transportasi (Mandala), termasuk penyediaan air bersih (Aetra).

"Jakarta butuh water management yang komprehensif, jika tak mau kebanjiran atau kelangkaan air bersih," kata Sandi yang bersama kawan SMA-nya Rosan Roeslani dan Ridwan Zachrie mendirikan Saratoga Investama.

Sejak berdiri di masa krisis 1998 sampai saat ini Grup Recapital telah mempekerjakan 25 ribu karyawan. "Kami pengusaha tidak berpolitik, tapi kangen dengan solusi untuk berbagai persoalan ibu kota," katanya.

Menurut Hidayat, Jakarta tidak hanya Ibukota RI, tapi juga pusat kantor Sekjen ASEAN. Karena itu, kata dia, Jakarta harus lebih baik dari ibu kota negara-negara ASEAN semisal Singapura, Kuala Lumpur, atau Bangkok, dan jangan sampai dipersepsikan sama dengan Phnom Phenh, Kamboja atau Vien Thien, Vietnam.

"Dalam hal kemajuan ekonomi dan pengembangan seni-budaya, potensi Jakarta sangat besar, masa kita terjebak pada masalah klasik banjir dan macet saja. Kita akan benahi birokrasi dan optimalkan partisipasi warga dalam beragam progam padat karya untuk menekan pengangguran," kata Hidayat, yang pada Pilkada DKI Jakarta 2012 berpasangan dengan kader PAN Didik J Rachbini, di mana pasangan itu diusung Partai Keadilan Sejahtera.

Hidayat juga menceritakan pengalamannya saat menjabat Ketua MPR, ketika menuntaskan kasus tukar guling gedung milik MPR di Bandung berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kasus itu terkatung-katung selama 30 tahun. Kita bisa selesaikan dalam waktu dua bulan, jika koordinasi bagus," katanya menegaskan.

Untuk itu, kata dia, perlu terobosan mengatasi kemacetan lalu lintas yang menimbulkan kerugian sangat besar, di mana menurut lembaga pemantau kebijakan publik, hingga Rp 43 triliun. "Kerugian akibat macet lebih besar dari pada APBD DKI, akibat pemborosan energi dan kesempatan bisnis yang hilang," katanya.

Atas penjelasan-penjelasan tersebut, Sandiaga berkomentar spontan dengan menyebut Hidayat sebagai "sudah seperti gubernur in acting".